Jumat, 18 Mei 2012

Respect please… [SKDAG865]


Saat kita mulai sibuk membicarakan hal negatif tentang orang lain, berarti sedang terjadi kemunduran mental pada diri kita (Ursula Erna).

Hargailah orang lain, maka Andapun akan dihargai. Bila kita tidak menghargai orang lain, maka orang lain pun sulit untuk menghargai kita, dan bila kita membenci orang lain, maka bukan tidak mungkin banyak orang juga yang membenci kita.  Setiap perbuatan negatif yang kita lakukan memberikan dampak negatif dari luar (orang lain) kepada diri kita, tetapi yang lebih berbahaya adalah bahwa dari dalam diri kita pun sendiri ada efek negatifnya, misalnya kita menjadi suka meremehkan orang lain dan sombong.

Semua merupakan prinsip tanam – tuai atau hukum sebab akibat, semua yang kita tanam akan kita tuai. Daripada menanam yang negatif dan tidak berguna, marilah kita menanam yang positif dan bermanfaat, sehingga pada akhirnya kita mendapatkan dampak yang menyenangkan.

Saat kita mulai sibuk membicarakan berbagai hal negatif tentang orang lain, maka sebenarnya saat itu kita sedang mengalami kemunduran mental, karena kita sendiri menyia-nyiakan waktu dan potensi diri kita untuk hal yang berguna.; dampak hal negatif yang kita bahas membuat pikiran kita pun terpengaruh. Bukankah bila kita manfaatkan untuk hal yang positif, maka kita pasti mendapatkan kemajuan baik dari segi mental, maupun keberhasilan sesungguhnya yang akan kita raih.

Minggu, 13 Mei 2012

GALAU [SKDAG864]

Mengapa Anda risau dan galau karena Tuhan selalu mendengarkan dan memahami keadaan kita - GALAU: God Always Listening And Understanding (DAG) 

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ‘galau’. Galau sebenarnya adalah sebuah perasaan tidak enak yang ada pada pikiran karena kita bingung, khawatir, bimbang, cemas, atau panik, dalam membuat keputusan untuk memilih sesuatu. Hal ini mungkin karena masalah cinta, pekerjaan, atau lainnya, sehingga emosi kita menjadi labil.

Kegalauan terjadi bila kita tidak percaya diri dan bingung dalam memutuskan sesuatu, artinya kita berada dalam keadaan serba salah, seperti makan buah simalakam, dimakan bapa mati, tidak dimakan ibu mati. Dalam kondisi seperti ini memang pikiran kita menjadi kacau sehingga kita menjadi tidak tahu harus berbuat apa.

Kuncinya adalah kita perlu percaya dan berani berserah kepada Tuhan, karena Tuhan itu GALAU, yaitu God always listening and understanding, artinya Tuhan selalu mendampingi umat-Nya, karena Dia selalu mendengarkan dan memahami kondisi kita. Berserah berarti kita percaya kepada rencana Tuhan yang indah dan terjadi tepat pada waktunya, tetapi di sisi lain kita pun tidak diam saja, tetapi tetap berusaha dan melakukan tindakan.

Jumat, 11 Mei 2012

Man Jadda Wajada [SKDAG863]


Man jadda wajada - Siapa yang bersungguh-sungguh, dialah yang berhasil (Novel/Film Negeri 5 Menara).

Semua manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. Ia mau sukses atau gagal, ditentukan oleh dirinya sendiri. Tuhan pasti merencanakan yang terbaik bagi setiap orang, tetapi apakah ia mencapai hal terbaaik tersebut atau tidak, semua ditentukan oleh kualitas dan kuantitias tindakan yang dilakukannya sendiri.

Keberhasilan tidak ditentukan oleh status Anda atau status orang tua Anda, tidak ditentukan oleh kekayaan atau pendidikan, bahkan juga tidak ditentukan oleh cacat atau tidak. Banyak orang miskin yang berhasil meraih keberhasilan; orang putus sekolah yang berhasil, dan juga banyak orang cacat yang menjadi terkenal, misalnya He Ah Lee, pemain piano luar biasa yang kena syndrome kepiting, Nick Vujicic, motivator yang tidak memiliki tangan dan kaki, dan Oscar Pistorious, pelari dengan satu kaki, tetapi mampu bersaing di lomba lari Olimpiade. Mereka sungguh-sungguh luar biasa, karena mereka telah berusaha sungguh-sungguh untuk meraih keberhasilan tersebut.

Allah selalu bersama orang-orang yang berusaha
, karena itu marilah kita gantung impian kita setinggi langit, tetapi setelah itu bangunlah dan segera bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Amin …

Kamis, 10 Mei 2012

Bersyukur pada Saat Sulit [SKDAG862]


Syukur bukan hanya untuk kebaikan atau sukacita yang kita terima, tetapi juga atas setiap kesulitan yang kita alami (DAG).


Pada saat bahagia, sehat, dan mendapatkan rejeki, sangat mudah, karena saat itu memang suasana hati kita sedang positif. Tetapi apa yang dapat kita lakukan pada saat kita sedang menghadapi kesulitan? Sebagian besar di antara kita banyak yang kecewa pada Tuhan, melupakan, bahkan meninggalkan-Nya. Padahal sebenarnya kita telah menerima banyak dari Tuhan, yang nilainya juga sangat besar, tetapi mengapa saat kita merasa kecewa kita marah kepada-Nya. Apakah saat itu Tuhan meninggalkan kita? Tidak, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, Dia selalu setia bersama kita. Bukan Dia yang meninggalkan kita, tetapi kita yang meninggalkan-Nya.

Bagaimanakah agar kita dapat bersyukur pada saat sulit? Pada setiap peristiwa yang terjadi sebenarnya tetap ada unsur positifnya, nah … lihatlah hal tersebut, bukan hal yang negatif. Misalnya saat anak Anda tidak naik kelas, maka sebagai orang tua tentu kita kecewa. Anda tentu saja bisa marah kepada si anak, gurunya, atau teman-temannya. Sekarang marilah kita lihat apa yang terjadi bila anak Anda yang tidak pernah belajar, tetapi selalu naik kelas. Walaupun dia nanti lulus, tetapi tidak ada pengertian dan manfaat dari pengetahuan selama ia sekolah. Hal ini tentu sangat merugikan bagi si anak.

Sekarang memang dia tidak naik kelas, tetapi lihatlah dari hal positif; pengalaman tidak naik kelas, walaupun pahit, dapat menjadi pelajaran bagi si anak, agar ia belajar lebih rajin pada tahun berikutnya. Dan ini pun menjadi pelajaran buat Anda sebagai orang tua, yang selama ini mungkin kurang memperhatikan anak Anda; nah syukurilah peristiwa tersebut karena menjadi titik balik agar Anda berubah sehingga dapat lebih memperhatikan dan membina hubungan yang baik dengan si anak.

Jadi lihatlah hal positif dari setiap peristiwa, dan marilah kita belajar bersyukur atas hal tersebut. Tuhan tidak pernah membuat rancangan kecelakaan buat kita, umat yang dikasihi-Nya; rancangan-Nya selalu indah dan terjadi tepat pada waktunya, karena itu marilah kita selalu bersyukur dalam segala hal. Amin.

Senin, 07 Mei 2012

Berbagilah! [SKDAG861]


Anda tidak akan menjadi bangkrut karena berbagi atau menolong orang lain, tetapi Anda sudah bangkrut bila hanya mengharapkan bantuan orang lain (DAG).


Semua yang ada dalam pikiran kita akan terwujud menjadi kenyataan. Misalnya bila saat Anda akan tampil ke panggung, Anda berpikir “bagaimana kalau saya gugup dan lupa?”, maka ketika Anda sampai ke atas panggung, Anda sungguh-sungguh menjadi gugup dan lupa. Karena itu hati-hatilah dengan pikiran kita, yang akan terwujud dalam perkataan dan tindakan yang kita lakukan.

Sekarang marilah kita lihat oleh orang miskin, yang tidak mampu berbuat apa-apa. Tentu saja mereka hanya dapat mengharapkan bantuan orang lain, banyak di antara mereka hanya menengadahkan tangan ke atas dan mohon belas kasihan orang lain. Nah … itulah sikap orang yang sungguh-sungguh miskin. Tetapi bila kita pun  melakukan hal sama, hanya mengharapkan bantuan orang lain, hanya meminta dan tidak pernah memberi, maka sesungguhnya kita pun tidak berbeda dengan orang miskin tersebut. Kita adalah orang yang bermental miskin, berpikir bahwa kita seolah-olah miskin; sekali lagi hati-hatilah dengan pikiran, karena hal ini yang akan terwujud.

Tentu saja lebih baik kita bermental kaya, berpikir bahwa kita ini kaya – sesungguhnya memang kita kaya karena telah memiliki berbagai hal karena anugrah dari Tuhan  -  sehingga kita  rela dan mau berbagi kepada orang lain. Janganlah takut dengan berbagi kita menjadi miskin karena Tuhan maha pengasih. Dia tidak membiarkan kita berkekurangan, apalagi bila tujuan kita adalah untuk membantu orang lain dengan sepenuh hati. Berilah dengan sukacita dan ucapan syukur, maka percayalah kita tidak akan bangkrut, karena Tuhan sungguh mengasihi kita. Amin …